Postingan

Menampilkan postingan dengan label Siroh Sahabat

Peran Shahabiyah dalam Keluarga dan Pendidikan, Ekonomi, dan Politik (Bagian-1)

Gambar
Peran Shahabiyah dalam Keluarga dan Pendidikan, Ekonomi, dan Politik (Sesi-1) Muqodimah Generasi sahabat Nabi adalah generasi terbaik karena dimasa itu, dimana AlQur'an benar-benar menjadi materi ajar dan lansung diimplementasikan dibawah kontrol Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam secara lansung. Generasi yang tumbuh dengan AlQur'an, setiap permasalahan yang hadir selalu dijawab dan diselesaikan dengan wahyu Allah. Merekalah generasi yang tumbuh di bawah naungan wahyu. Wahyu yang turun dipraktekkan lansung dalam kehidupan sehari-hari dengan pengawasan Allah secara lansung, makanya tak jarang turun ayat-ayat peringatan untuk para sahabat atas peristiwa yang terjadi saat itu sehingga kehidupan para sahabat selalu selaras dengan islam yang sempurna. Inilah konsep pendidikan islam. Pendidikan islam harus selalu selaras dengan bagaimana islam memandang permasalahan secara utuh. Tidak seperti konsep pendidikan barat yang mendetail tapi terkotak-kotak. ...

Belajar dari Ibunda Anas bin Malik Rhadiyallahu 'Anhu

Bismillah.. Siapakah di antara kita yang tidak mengenal Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, pembantu setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salah seorang sahabat dekat beliau? Anas adalah satu dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah sahabat terakhir yang wafat di Bashrah setelah berumur lebih dari seratus tahun. Ibarat perguruan tinggi, Anas bin Malik telah banyak “meluluskan” ulama-ulama hebat dalam sejarah. Sebut saja misalnya Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, Asy-Sya’bi, Abu Qilabah, Makhul, Umar bin Abdul Aziz, Tsabit Al-Bunani, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah As-Sadusi, dan lain-lain. Sejak pertemuan pertamanya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Anas langsung jadi orang terdekatnya. Ia tak sekadar jadi pembantu setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih dari itu, ia seakan menjadi “asisten pribadi” beliau. Sebagai asisten pribadi, ...

Gerbang Fitnah Terletak Pada Kematian Umar bin Khattab RA

Gambar
Bismillah.. Dari Hudzaifah RA, dia berkata : "Saat itu Kami sedang duduk bersama Umar. Maka, berkatalah Umar, "Siapakah diantara kalian yang ingat betul terhadap sabda Rasulullah SAW yang berkaitan dengan fitnah. Maka aku pun menjawab, "Akulah orangnya. " Umar berkata, "Sungguh engkau terhadap masalah ini termasuk orang yang pakar." Aku pun mengatakan permasalah itu dihadapannya, "(Ketahuilah), fitnah yang menimpa seorang laki-laki terkait keluarga, harta, anak atau tetangganya dapat dielakkan dengan shalat, puasa, sedekah, dan melakukan Amar ma'ruf dan nahi mungkar." Umar berkata, " Bukan itu yang aku maksudkan, tetapi fitnah yang menerpa (umat Islam) laksana gelombang di samudera." Maka Hudzaifah berkata, "(Tenang saja) engkau tidak akan mengalami pedihnya fitnah itu, wahai Amirul Mukminin, karena antara fitnah itu dan diri Anda terdapat pintu yang tertutup (yang menghalangi)." Umar bertanya. "Apakah pintu itu aka...

Kisah Sungai Nil dan Khalifah Umar bin Khattab RA

Bismillah.. Inilah kisah seorang pemimpin yang bahkan sungai pun mendengarkan perintahnya dengan izin Allah SWT. Ia adalah sosok pemimpin yang sangat tawadhu' kepada Allah, sangat tegas dalam Urusan Agama Allah dan Ia adalah sahabat Rasulullah SAW yang mendapat Ilham dari Allah SWT seperti disabdakan oleh Nabi SAW : "Sungguh orang-orang sebelum kalian dari Bani Isra'il ada yang diberikan Ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika ada salah seorang dari umatku yang mendapatkannya maka Umarlah orangnya." Dan berikut kisahnya : Kami mendapatkan riwayat dari jalur Ibnu Lahi'ah dari Qais bin Hajjaj dari seseorang yang pernah mengisahkan padanya, orang itu berkata, "Ketika Mesir ditaklukkan, penduduknya mendatangi Amr bin al-'Ash tepat ketika masuk bulan Bu'unah yang merupakan salah satu bulan penanggalan orang Akan. Mereka berkata, "Wahai Amr, sungai Nil kami ini memiliki tradisi yang dengannya arus sungai ini bisa mengalir." Amr bertanya, "...

PENGEMBARAAN SALMAN AL-FARISI RADHIYALLAHU ANHU MEMELUK ISLAM

Bismillah.. Salman al Farisi, adalah seorang lelaki Persia dari Negeri Ashfahan. Ia sangat total dengan ajaran Majusiah, sampai bertugas sebagai penjaga sulutan api, yang selalu menyalakannya, tidak membiarkannya padam meskipun sejenak. Orang tuanya seorang kepala distrik, mempunyai ladang yang luas. Suatu hari, lantaran kesibukannya, sang ayah berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, aku sedang sibuk membangun tempat ini hari ini, hingga tak sempat memeriksa ladang. Pergilah engkau dan lihat”. Salman pun pergi menuju ladang keluarganya. Di tengah perjalanan, ia melewati sebuah gereja Nashara. Di situ, ia mendengar suara-suara mereka saat mengerjakan shalat. Pemuda Salman tidak mengerti apa yang mereka kerjakan, lantaran ayahnya menahannya di dalam rumah. Begitu melihat cara shalat mereka, benar-benar membuat Salman terkagum-kagum. Akhirnya, tertarik dengan tingkah-laku mereka. Salman berkata: “Demi Allah, ini lebih baik dari ajaran agama yang sedang kami peluk. Demi...